Sunday, July 29, 2012

Smoking Kills !!


Di Terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta ada kotak transparan berukuran 3x4 meter dengan label Smoking Kills tertempel di kaca. Seorang perokok aktif  masuk dan langsung mengeluarkan senjata pembunuhnya, pembakaran pun mulai terjadi dan asap mulai memenuhi ruangan. Tak mau kalah, seorang sosok tak dikenal tiba-tiba masuk dan menyalakan senjata sejenis dari pabrikan berbeda. Api kembali menyala, asap semakin mengepul dan racun bertebaran di sembarang titik. Duel maut dan saling serang tak terhindarkan, beruntung tak ada korban. Saya yang penasaran mencoba masuk dengan api perdamaian, bertanya-tanya apakah ada denndam, tapi ternyata modusnya hanya demi kenikmatan.

...

Sunday, July 8, 2012

Menunggui Matahari di Teluk Jakarta


Satu 7 Juli 2012, pukul 13.00 Satya Kencana III mulai berlayar ke utara meninggalkan Tanjung Priok. Berputar-putar di laut Jakarta dengan tujuan yang tak pasti, lalu menghampiri beberapa pulau kecil yang tidak disinggahi. Lumayan untuk Sabtu sendiri, kali ini ada pulau bidadari dan mereka yang menari-nari. Bersama secangkir kopi menunggui matahari yang mulai menepi menyambut malam lalu pulang dan malam minggu lagi.
...


Saturday, March 10, 2012

Ada Panorama dalam Paranormal


Ada keanehan di negeri yang penuh keindahan ini. Sesuatu yang mistis terkadang lebih realistis dan yang relaistis kadang lebih mengarah ke mistis. Tapi perpaduan adalah keindahan karena ada panorama yang indah  dalam paranormal yang aneh. Seperti kuda lumping yang makan beling dan penari kecak yang mengacak-acak, metafisika pun menjelma menjadi sebuah estetika.
...

Saturday, January 21, 2012

Jatinangor yang Abu-abu





Pada suatu masa, ketika jalan Caringin masih berbatu dan langit Manglayang pun masih kelabu, saya yang telah melepas si putih abu-abu melangkah ke sini tanpa ragu. Lalu.. ya lalu hidup bertahun-tahun di kos-kosan paling juara satu . Lalu apa? ya lalu mengenal mereka satu persatu, mengharu biru dan mulai bermimpi untuk bersatu. Tapi apa? tapi ke Akuan-Ku tidak bisa meng-Akukan-Mu dan kita terperangkap dalam hidup yang masih abu-abu lalu biru kemudian menjadi kelabu seperti malam Minggu, jalan berbatu dan tentunya tak seperti Kamu..
 ...

Wednesday, November 16, 2011

Ngayogyakarta dan Koleksi Sang Sultan

   "Jogjakarta termasjhur oleh karena djiwa kemerdekaannya," kata Soekarno pada sebuah masa di sembilan belas empat lapan. Kata-kata yang berasal dari secarik kertas yang tak luput dari tatapan saya ketika mengunjungi Keraton Ngayogyakarta pada suatu masa ketika puasa (2011). Kertas yang menjadi satu dari beragam koleksi museum keraton yang didominsi dengan perlengkapan pribadi Sang Sultan. Saat itu fokus saya tertuju pada Sultan Hamengkubowono IX, beliau adalah raja, jendral, penari, koki, dan juga juru foto yang menyatakan bahwa tahta untuk rakyat..
...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys