Saturday, June 11, 2011

Di Lempasing

 Sebuah perjalanan singkat ke kampung nelayan Lempasing, Lampung  pada Maret 2011 Sore itu para nelayan akan melaut, balok-balok es pun telah dipersiapkan.. Kotak-kotak kosong itu akan dipenuhi ikan. Yang tertangkap akan mati, yang tak bernilai akan terbuang tak berguna. Seperti ekor pari itu, tubuhnya menghilang dan taji beracunnya pun dipotong. Yang tersisa hanya sepotong ekor yang akan membusuk, mengeluarkan bau khas yang jadi penanda bagi pelabuhan nelayan.  
 Ada lagi yang menarik kapal ke darat, melalui rel-rel baja yang seakan muncul dari laut. Beberapa orang memperbaikinya, mempoles dan memperindah tampilannya. Kapal yang lain dibiarkan begitu saja, tanpa polesan dan perawatan. Lama-lama juga akan binasa lalu tenggelam.
 ...

Tuesday, May 31, 2011

Dua Lima dan Surya Kencana


Hari itu,pada sebuah masa di Nopember 2010, ketika hujan deras yang terus menerus  membasahi, kami pun berangkat ke Surya Kencana.  Rintik-rintik hujan terus menemani, kabut tipis menyelimuti, dan jalur yang basah tetap dijejaki.Tujuan kami adalah Surya Kencana, sebuah alun alun luas di dekat puncak Gunung Gede. Berencana untuk memperingati sebuah perayaan kecil di usia yang cukup besar. Tapi ternyata, alam yang kami jejaki enggan untuk berpartisipasi, ia lebih memilih untuk merenungi, sedikit tersesat di malam gelap, matahari paginya pun malu untuk menyinari, hanya titik-titik embun dan ricik-ricik air yang seakan menghadiahi..
...

Friday, May 27, 2011

Pangrango-Mandalawangi


 Setelah dengan sengaja membaca kembali sebuah puisi dari Soe Hok Gie "Mandalawangi-Pangrango" saya tiba-tiba teringat pernah ada di sana, di Mandalawangi. Teringat sebuah pendakian di September 2007, dan mulai menguak beberapa foto lama tentang pendakian tersebut.  Melihat kembali jalur-jalur curam yang pernah kami lalui, menyaksikan keindahan bunga abadi yang hampir mengembang disaat itu, dan seakan kembali merasakan dinginnya malam dan segarnya udara pagi di Mandalawangi.  Mencoba merasakan kembali kabut tipis yang mencair dan menembus tenda hingga memberikan dingin yang menemani ketidaknyenyakan tidurku di Mandalawangi.  

Malam itu, ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali dan bitjara padaku tentang kehampaan semua
Hidup adalah soal keberanian, menghadapi jang tanda tanja
Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah
(Soe Hok Gie)   
 ...

Wednesday, April 20, 2011

Kampung Nelayan Cibangban


 Teringat sebuah perjalanan di masa-masa terdahulu, bersama seorang teman bersama Ricardo. Memulainya dari Kiara Dua, Jampang Tengah melintasi perkebunan teh Ciemas dan akhirnya merapat ke Pelabuhan Ratu. Perjalanan selanjutnya dengan berjalan kaki melintasi pantai-pantai Pelabuahan Ratu dan akhirnya sampai di pantai Maja. Melihat beberapa manusia mengumpulkan pasir, memasukkanya ke mobil pengankut yang ditunggui pekerja lain yang seakan bersantai. Ada juga seorang ibu yang mencoba mencari udang dan ikan-ikan kecil dengan jaring-jaringnya. Menyaksikan seorang nelayan menyulam jala dengan pisau kecil di giginya serta dua anak yang menahkodai kapal kecilnya tuk menantang samudera.
  Kemudian melintasi bukit kecil yang memisahkan Maja dengan sebuah pantai bernama Cibangban. Cukup terjal tapi menarik untuk dilintasi. Rumah-rumah nelayan berada di ketinggian itu dan sepertinya hidup dengan damai di sana. Kemudian sampai lah di Cibangban, kampung nelayan, tidak bersih tapi cukup ramai. Hanya menyaksikan beberapa orang yang menambal kebocoran kapal dengan api.
...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys